Materi TIU Kemampuan Numerik Bentuk Akar

Untuk memahami bentuk akar secara konsep, maka perhatikan lah contoh-contoh bentuk akar dan contoh-contoh bukan bentuk akar berikut:

Dari contoh-contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa bentuk akar adalah bilangan dengan notasi penarikan akar yang jika di hitung menghasilkan bilangan irasional. Ciri-ciri bilangan irasional yaitu bilangan dengan angka dibelakang koma dengan jumlah tak terhingga dan tidak berpola. Maka tidak semua bilangan dengan notasi penarikan akar merupakan bentuk akar ya!
Namun meskipun begitu operasi bentuk akar dapat berlaku untuk semua bilangan, tidak harus bilangan itu irasional maupun rasional, yang di notasikan sebagai penarikan akar. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai operasi bentuk akar:
OPERASI BENTUK AKAR
- Penjumlahan dan pengurangan bentuk akar
Misalkan a, b dan c adalah bilangan bulat, maka berlaku:

Perhatikan bahwa, penjumlahan/pengurangan bentuk akar hanya bisa disederhanakan jika kedua bentuk akar sama / sejenis. Perhatikan contoh berikut:

- Perkalian dan pembagian bentuk akar
Misalkan a dan b adalah bilangan bulat, maka berlaku:

Pada penerapannya lebih banyak memecah suatu bilangan menjadi perkalian beberapa bilangan atau pembagian beberapa bilangan dari pada hanya sekedar mengalikan atau membagi. Perhatikan contoh berikut:

MERASIONALKAN PENYEBUT BENTUK AKAR
Sekali lagi bentuk akar merupakan bilangan irasional, maka dari itu jika kita membagi bilangan bulat dengan bilangan irasional tentu akan sulit menemukan hasilnya. Maksutnya pecahan dengan penyebut bentuk akar akan sulit untuk di hitung. Lebih mudah jika penyebut bukanlah bilangan irasional. Itulah mengapa sangat perlu merasionalkan penyebut bentuk akar pada suatu pecahan.
Konsep merasionalkan penyebut bentuk akar adalah dengan mengalikan bentuk akar sehingga menjadi kuadrat dan notasi penarikan akar hilang menjadi bilangan bulat biasa. Namun jika yang dikalikan hanya penyebut nya saja, maka akan mengubah nilai dari pecahan tersebut. Agar tidak merubah nilai maka “pengali” harus bernilai satu, maka pecahan dikalikan sekawan bentuk akar yang mana pembilang dan penyebutnya sama agar tidak merubah nilai. Lebih praktisnya perhatikan gambar berikut:

Contoh soal merasionalkan penyebut bentuk akar:

Itulah penjelasan mengenai bentuk akar. Yang merupakan salah satu materi yang meuncul di dalam tes SKD CPNS maupun SKD Kedinasan. Yuk persiapkan diri untuk seleksi CPNS dan Kedinasan bersama smartcpns.id. Semoga bermanfaat.
Artikel terkait
Bedah Kisi-kisi SKD-TIU CPNS 2024 Part 1
Soal tes SKD terdiri dari TWK, TIU dan TKP. Kali ini kita akan membedah kisi-kisi SKD-TIU CPNS 2024 bagian pertama yaitu jenis tes penalaran verbal. Mari kita simak informasi lengkapnya berikut ini!
Materi SKD TIU Pengukuran
Materi pengukuran adalah salah satu materi yang akan diujikan saat tes kedinasan maupun CPNS, lho. Yuk kita pelajari materinya di bawah ini!
Materi SKD TIU Persentase
Pada kehidupan sehari-hari kita seringkali menjumpai bentuk persen. Misalnya tulisan diskon 50% bahkan harga naik 20%, dan lain-lain. Materi ini juga diujikan saat tes SKD loh, yuk kita simak.
